20 Feb 2011

Bahaya Curhat


Ketika masalah datang dan kita mulai mencari-cari jawaban dari semua permasalahan yang terjadi, tanpa kita sadari kita langsung melakukan searching terhadap siapapun yang terlihat peduli terhadap apa yang kita alami akhirnya CURHAT. Teknik Curhat yang biasa digunakan umumnya hanya akan memperluas jaringan kesulitan dalam permasalahan hidup, apalagi jika diutarakan pada orang yang kurang tepat. Hal ini hanya akan menimbulkan kerugian karena otomatis akan berderet antrian panjang untuk ikut memperluas jaringan kesulitannya.

Jangan ceritakan masalah pada orang lain karena umumnya 80% tidak peduli dan sisanya 20 % lagi akan mendapatkan kesenangan karena anda mendapatkan kesulitan (Lou Haltz)


Seringkali rasa sesak di dada memicu kita untuk segera menceritakan kepada orang lain, hati-hati bila hal ini terjadi biasanya selalu ada dua sisi pendengar, yang baik dan sebaliknya. Jangan lupa selalu ingat pada Allah ketika kita ditimpa masalah seberat apapun segeralah pergi menghadapnya kemudian berserah diri dan mohon ampunlah kepadanya.

Curhat akan menimbulkan dampak yang luar biasa, jika hal ini dilakukan terhadap lawan jenis lambat laun akan menimbulkan rasa simpati dan berujung pada perselingkuhan. Hal ini yang kerap kali dilakukan tanpa sadar dan yang menjadi pokok perbincangan tak lain adalah pasangan hidupnya sendiri. Akibatnya menjurus pada Gibah, ”Gibah itu akar dari segala kejahatan“. Gibah dalam hal ini adalah membincangkan pasangan hidupnya dan lama kelamaan akan menganggap lawan bicara terlihat melebihi dari pasangannya, dari sinilah mulai timbul kesulitan baru yang tanpa disadari akan terasa asyik menikmatinya. Berapa dosa yang dapat dihitung akibat ini mulai dari perselingkuhan, kebohongan, perzinahan dan kadang berujung dengan pembunuhan...Naudzubilahhimindzalik..

Akibat CURHAT seseorang bisa jadi tersangka, masih ingat dengan kejadian-kejadian akibat curhat di Dunia maya..? akhirnya seseorang bisa dijadikan tersangka. meskipun tak sedikit pula yang akhirnya mengundang rasa simpati. Jangan terbiasa curhat pada sembarang orang karena hanya akan merugikan diri sendiri.

Curhatlah hanya pada Allah, atau kalau pun terpaksa harus sharing, maka Curhatlah kepada orang-orang yang menurut Anda ia sangat dekat kepada Allah. Lihatlah kutipan-kutipan berikut ini

“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.” (HR. Ath-Thabrani).

"Barang siapa yang tertimpa musibah, lalu menceritakannya kepada orang lain, maka tak kan tertutup keperluannya.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).

"Siapa saja yang menyerahkan kesusahannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rizki, baik segera atau lambat.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).


Jika permasalahan timbul segeralah kita menyendiri untuk mengingat Allah sehingga terbaca hikmah kehadiran tanda-tanda-Nya. Jangan sibuk mencari orang lain untuk diajak curhat, menyendiri sambil mengingat Allah akan menjauhkan kita dari gunjingan, karena bergunjing hanya akan menuntun kita pada dosa-dosa lainnya. Menyibukkan diri dalam usaha mencegah curhat (mengeluh, meratapi bahkan menyesali) adalah jihad, bahkan termasuk jihad terbesar. Jihad melawan musuh-musuh Allah mungkin hanya untuk waktu tertentu dalam kehidupan seseorang. Tetapi pertarungan mengendalikan ego hanya akan berakhir ketika hidup orang tersebut berakhir. Usaha untuk membebaskan ego dari kemunafikan, prasasangka, dan bangga diri merupakan sebuah misi kehidupan yang panjang dan terus menerus.

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW,bersabda,

“Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang yang dapat menahan dirinya ketika marah “(HR.Muslim).

Juga Rasulullah SAW mengingatkan,

“Tidak lurus keimanan seorang hamba hingga kalbunya lurus, dan tidaklah lulus kalbunya hingga lisannya lurus. Dan seseorang tidak akan masuk surga bila tetangganya tidak merasa aman dari berbagai kejahatannya “ (HR.Ahmad). 

Wallahualam. **

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar