28 Jun 2011

Dosa Itu Tidak Bisa Terhapus


Saya punya pendapat bahwa dosa manusia tidak akan bisa terhapus tapi dosa bisa diimbangi dengan amal perbuatan baik, ini menurut pemikiran saya. Semua manusia pasti mempunyai dosa dengan kadar yang berbeda, tentunya hanya dirinya dan Tuhanlah yang tahu seberapa banyak dosa2 yang telah diperbuat, bahkan manusia cenderung lupa atau tidak merasa kalau sebenarnya dia telah berbuat dosa. Dalam hal ini tentunya penilaian akan adanya dosa tak akan lepas sedikitpun dari kuasanya Allah, karena dialah yang paling mengetahui dosa-dosa setiap hambanya.

Sebagai mahluk sosial manusia akan selalu melakukan perbuatan, apakah perbuatan baik atau perbuatan jahat. Perbuatan jahat inilah yang akan melahirkan dosa. Adapun sejumlah dosa yang mengakibatkan masuk dalam neraka yaitu  menyekutukan Allah SWT, mendustakan para rasul, kufur, hasad, dusta, khianat, aniaya, perbuatan keji dan kotor, memutuskan tali persaudaraan, takut berjihad, kikir, berbeda di waktu sembunyi dan terang-terangan, putus asa dari rahmat Allah SWT, merasa aman dari daya upaya Allah SWT, tidak sabar (selalu mengeluh) ketika datang musibah, sombong ketika mendapat kenikmatan, meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah SWT, melewati batasan-batasan yang telah ditetapkan Allah SWT, melanggar larangan-larangan-Nya, takut kepada makhluk tanpa takut kepada Allah SWT, beramal karena riya’ dan sum’ah, berani melanggar Al-Qur’an dan Hadist, mengejek ayat-ayat Allah SWT baik dalam keyakinan maupun perbuatan, selalu condong kepada kebathilan dan menentang kebenaran, menyembunyikan ilmu yang seharusnya dikeluarkan, membuat ishir, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuali dengan kebenaran, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari pertempuran dan menuduh zina terhadap wanita-wanita mukminah.

Rasulullah telah menyebutkan semua dosa yang menyebabkan masuk neraka. Di dalam shahih Muslim Dan ahli neraka itu ada 5 yaitu :
  • Orang lemah yang tidak memiliki akal untuk mencegahnya dari sesuatu yang patut
  • Pengkhianat yang tidak menyembunyikan keinginannya dan sedikit pun tidak dapat dipercaya
  • Seseorang yang pagi atau sore mengkhianatimu dalam keluarga dan hartamu
  • Seseorang yang bakhil
  • Seseorang pendusta, dan banyak berbuat keji
Timbulnya suatu perbuatan tentu ada sebabnya, selanjutnya dari sebab perbuatan tersebut pasti akan ada akibatnya. Selanjutnya akibat tersebut akan menjadi sebab pada peristiwa berikutnya dan seterusnya akan terjadi mata rantai sebab dan akibat perbuatan selama manusia hidup. Dengan adanya akibat suatu perbuatan akan menimbulkan hasil perbuatan, jika berupa perbuatan baik maka akan dianggap pahala dan jika perbuatan jahat maka akan disebut dosa.

Pahala dan dosa selama manusia hidup akan terjaring secara bersamaan dan terakumulasi selama hidup. Setelah ditimbang jika berat dipahala nantinya masuk sorga sedang jika berat pada dosa akan masuk neraka.Sehingga setiap individu manusia tidak akan bisa menghapus sebagian mata rantai sebab akibat suatu perbuatan yang telah dilakukan dalam kehidupannya. Perbuatan masa lalu akan menjadi riwayat dan tidak mungkin dapat dihapus pada masa sekarang. Namun terdapat keyakinan bahwa jika Allah menghendaki untuk mengampuni atau menghapus dosa manusia sangat mudah bagi Allah.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa setelah kiamat setiap manusia akan dihisab atau ditimbang semua pahala dan dosa untuk menentukan sorga dan neraka. Nah jika ada anggapan bahwa di dunia dosa bisa dihapuskan dengan melakukan suatu ibadah tentu nantinya tidak perlu dihisap lagi. Sehingga dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan menghapus atau mengampuni dosa adalah dengan perbuatan yang membuahkan pahala se-banyak2-nya untuk menutup dosa.

Ketika Nabi Adam dikeluarkan dari surga karena melanggar larangan Allah, itu menandakan Allah akan menghukum setiap pelanggaran yang dilakukan

Saya punya alasan ketika saya memberanikan diri mengatakan bahwa dosa itu tidak bisa dihapus. coba mari kita perhatikan dosa akan tetap ada sebesar dan sekecil apapun hingga hari perhitungan tiba ( hisab ). Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya dan menjadi tugas sepasang malaikat yang akan mencatat amal perbutan baik dan buruk. Jika di dunia saja dosa itu bisa dihapus lantas untuk apa ada hari perhitungan..? Jadi ketika ada anggapan bahwa dengan melakukan ibadah haji atau melakukan puasa ramadhan adalah untuk menghapuskan dosa adalah kurang tepat, yang lebih tepat ketika melakukan ibadah haji maupun melakukan puasa pada bulan Ramadhan maka amal ibadah kita akan bertambah sehingga bisa memberatkan timbangan amal kebaikan kita. Akhirnya ketika amal kebaikan yang melahirkan pahala bertambah maka kita boleh berharap pintu sorga akan terbuka bagi kita.

Jika kita memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah kita perbuat maka Allah akan segera menjawab doa kita dengan jalan memberikan kesempatan kepada kita berupa umur panjang agar kita dapat memperbaiki diri. Jadi jangan sekali2 katakan bahwa Allah tidak menjawab Doa-Doa kita. Kesempatan yang Allah berikan ini jangan kita sia-siakan, gunakanlah kesempatan ini untuk memperbaiki diri dan mengumpulkan lebih banyak lagi amal perbuatan baik sehingga amal kebaikan akan melebihi dosa yang telah kita perbuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar