30 Jul 2011

Arti Sahabat Sejati

Kehadiran sahabat sejati adalah dambaan
Ia adalah pelita penerang dalam kehidupan
Ia bak bintang yang menemani sang rembulan di langit malam 
Ia selalu membawa keteduhan dan kesejukan dimana pun ia berada


Walaupun jarak, waktu dan ruang bukan jadi penghalang
Pancaran kasih sayangnya timbul dari lubuk hati yang dalam
Bukan dari lisan yang suka berbohong
Bukan pula dari titah nafsu yang penuh noda


Tausyiahnya akan menyentuh dengan kata-kata bagai tetes embun menyejukkan
Dia akan tawadhu' dengan segala keagungan yang dimilikinya dalam berbagai kondisi
Subhanallaah....
Kesabarannya membuat kekurangannya menjadi nikmat dan pesona yang tak ternilai


Ia memang tidak akan mengiyakan semua tingkah laku kita
Ia tak harus selalu sependapat dan hebat dalam memuji
Tidak pula harus selalu tampak sejalan dengan pikiran kita
Tapi ia akan laksana obat, pahit namun mampu mengusir penyakit  di tubuh sahabatnya.


Ia berani mengkritik bijak setiap kesalahan kita
Ia takut kekurangan dan kesalahan itu akan membuat sahabatnya tercela di mata orang lain
Baginya, biarlah ucapannya terasa pahit di depan sang sahabat
ketimbang sang sahabat cacat di mata Allah, di mata agamanya, dan di mata orang lain.


Ia juga setia mengingatkan di saat sang sahabat lalai
Ia memang tak hanya piawai membuat kita ceria dibuai hiburan dan pujian tulusnya
Tapi juga mahir membuat kita menangisi kekeliruan
Menyadari segenap kesalahan, menginsyafi segala kelalaian


Lalu ia membimbing dengan ikhlas, mengajak berjalan bersama, berjuang bersama.
Dan ia akan selalu mendukung, mengarahkan, dan memberi gagasan-gagasan cerdas
Ia akan mencintai kita sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri karena Allah
Merasa gembira dengan kegembiraan kita, turut bersedih kala duka menyapa kita


Ia hafal benar bunyi hadits : 
"Tidak sempurna iman seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya seperti halnya ia mencintai dirinya sendiri"

Ia juga selalu ingat sabda Rasul SAW : 
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain"

Ia juga tidak pernah bosan melantunkan hadits tentang syarat merasakan manisnya iman
Saling mencintai demi keridaan Allah, itulah prinsip hidup yang harus dia pegang
"Engkau membutuhkan sesuatu dariku dan aku bisa mempersembahkan yang terbaik untukmu," 
kata-kata itulah yang akan menghiasi lisannya yang sederhana.

Merekalah yang digambarkan Rasulullah SAW sebagai sekelompok hamba Allah di akhirat
Mereka bukan dari golongan nabi dan syuhada,kedudukan mereka di sisi Allah sangat mulia Bahkan cahaya benderang dari wajah mereka membuat para nabi dan syuhada merasa iri
Mereka tidak merasa takut ketika orang lain merasa takut
Mereka tidak merasa khawatir ketika orang lain dilanda kekhawatiran

Sosok seperti inilah yang mampu menjadikan SAHABAT SEJATI
Persahabatan sebagai jembatan menuju ridha Ilahi
Berbahagialah mereka yang sempat mendapatkan makhluk yang satu ini. 
Merasakan keindahan hakiki ditemani sosok mulia ini,  SAHABAT SEJATI dimanakah engkau..??

Mampukah kita menjadi SAHABAT SEJATI itu..??

29 Jul 2011

Aku Menangis

Ku menangis, bukannya aku rindu
Tapi aku sedang menata hati antara benci dan cinta
Ku menangis bukan pula aku malu
Tapi aku hanya mengingat masa indah itu bersamanya

Mengapa kau tak pernah mengerti
Sesungguhnya aku amat mencintaimu
Mengapa kau tak sadar telah menyakiti hati
Semua rangkaian kata2mu menusuk ke relung hati

Kau selalu mengatakan aku cantik
Juga bilang aku penuh pesona
Kiranya semua itu hanya sanjungan bagai pemantik
Jaga ucapanmu itu, jangan sampai aku terlena

Karena rasa cinta dalam sekejap berubah jadi benci
Rasa rindu berubah jadi amarah
Kalaulah aku ini hanya terpesona sesaat, aku tak ingin mati
Risau hati ketika ku tahu bahwa kau tak seperti ucapanmu

Kau itu hanya pandai merangkai kata
Namun tak pandai mewujud dalam perilaku
Kau itu hanya pandai menilai orang lain dengan mata
Namun tak pandai menilai diri sendiri dengan laku

Betapa sayangnya, andai kutumpahkan air mata hanya untukmu
Karena kau tak lebih dari debu
Begitu mudah tertiup angin, hilang tak bertemu
Katakan pada hati, kalau kau ini bukan siapapun bagiku

Aku tak ingin lagi mencatatkan namamu dalam hatiku
Karena belenggu terhadapmu hanya menyakitkan
Aku hanya ingin katakan, selamat tinggal lamunanku
Kini, esok dan hari2 nanti aku tak ingin menangis lagi hingga dada ini tertekan


28 Jul 2011

Harga Sebuah Pengorbanan



kesetiaan kadang tidak terdeteksi dalam sebuah hubungan yang hanya berlandaskan hasrat penuh nafsu, sering kali hal-hal yang banyak orang anggap sepele namun mampu mengajarkan sesuatu yang sangatlah berarti dalam kehidupan. Betapa harga sebuah pengorbanan kepada manusia itu amatlah mahal, harus ditebus dengan cucuran air mata dan perihnya hati yang berkepanjangan. Harga inilah yang memberikan sebuah nilai dalam hidup, ketika sedikit saja salah melangkah maka bersiaplah menuju gelombang kehidupan yang akan dihantam ombak dan diayun dalam gulungannya hingga terhempas..terjatuh. Jika bukan karena ingat kepada_Nya hilanglah arah tujuan.....


Kisah ini sama halnya dengan birunya langit yang mengajarkan akan suatu hal, segalanya akan selalu berganti walau sebelumnya cerah sesaat berganti mendung menutupi hamparan luas birunya langit, anginpun akan membantu melukiskan takdir  mengganti kelabunya langit mejadi biru nan elok. Langit biru seolah menitipkan senyuman matahari, mereka ingin kita selalu tersenyum, tersenyumlah untuk sekarang dan nanti sampai waktu cukup untuk melepas kita pergi, karena dengan senyuman segala hal yang menyiratkan kesedihan akan berangsur menghilang dan membuat segalanya terasa lebih mudah, kala kesedihan itu menghampiri ingatlah setiap kebahagiaan yang kita terima selama ini, bukankah porsi kebahagiaan lebih banyak dibandingkan kesedihan, lalu apa lagi yang kita risaukan? Karena setiap kesedihan atau kebahagiaan akan segera berakhir dan berganti dengan peristiwa lagi, sebuah proses pembelajaran untuk memahami mengapa kita harus hidup saat ini....

Aku berjalan hanya dengan mata hati, 
Bernafas hanya dengan tekad, 
Aku mendaki penuh dengan teka teki, 
Dimanakah matahariku?


Aku seorang wanita yang berasal dari keluarga yang sederhana, aku anak ketiga, ayahku seorang AURI dan mamaku seorang kepala sekolah. Tentulah bisa dibayangkan bagaimana mereka mendidik kami, didikan agama di keluarga kami sangatlah keras dan ayah akan sangat marah jika diantara anak2nya ada yang melalaikan shalat maupun ngaji. Jangankan shalat wajib, shalat sunatpun berubah menjadi wajib bagi kami karena setiap jam 3 malam ayah selalu membangunkan kami untuk melakukan shalat tahajud bersama-sama. Mesjid di sebelah rumah kebetulan punya ayah sehingga semua aktifitas ibadah selalu kami lakukan di dalam mesjid dan shalat dilakukan dengan berjamaah, itulah gambaran kehidupanku ketika bersama kedua orang tuaku, semua berjalan begitu tertib dan indah.....


Aku tergolong anak yang paling nakal dalam keluarga, aku terkenal tomboi karena kegemaranku pada olah raga karate dan silat. Sangat energik dan selalu serba ingin tahu itulah aku. Aku mudah bergaul, karena keluwesanku dalam pergaulan diam2 aku mulai berpacaran dengan seseorang yang kuliah di kedokteran tingkat 4 dia berasal dari Kalimantan. Saat itu aku kelas 2 SMU, pacarku bernama Dedi... Hubunganku dengannya berjalan mulus hingga aku kuliah. Akhirnya karena kedekatan kami, diapun pun memutuskan untuk masuk agama islam. Tak putus-putusnya aku mengucap syukur alhamdulillah, betapa senang aku saat itu karena apa yang menjadi ganjalan diantara kami sirna sudah. Namun disinilah prahara berawal, berita tentang perpindahan agama akhirnya terdengar oleh orang tua Dedi, mendengar itu semua otomatis keluarganyapun tidak setuju dan semua biaya perkuliahan untuknya dihentikan hingga kuliah Dedipun nyaris terhenti. Demi cinta kami, kubulatkan tekat dan kuputuskan bahwa akulah yang harus berhenti kuliah dan bekerja demi menopang kelangsungan perkuliahan Dedi, walaupun orang tua dengan tegas melarang berhenti kuliah namun aku tetap tak peduli, itulah awal pengorbananku untuknya, hingga usia hubungan kami menginjak 7 tahun.


Akhirnya setelah lulus di kedokteran, kami merencanakan ingin bersilaturahmi pada orang tua Dedi dan saat itu akupun begitu senang, segala persiapan aku lakukan untuk menempuh perjalanan ke Kalimantan. Namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan, detik..., waktu... hingga hari ke hari kunanti ternyata Dedi tak pernah kembali, dia hilang meninggalkanku begitu saja tanpa khabar berita. Hancur sudah semua harapanku, pengorbananku berakhir dengan sia-sia. Derai air mata memenuhi hari-hariku, hidupku mulai tak terarah, hingga akupun mulai mengenal roko sebagai pelarianku. Aku menjadi perokok berat!!


Pengorbananku telah menipuku, hingga tak ada lagi kisah cinta bersamanya yang pantas kukenang semua seolah ilusi hingga aku tersadar ketika segala keluh kesahku tertumpah pada seorang sahabat baik yang kebetulan seorang duda yang ditinggal kabur seorang istri karena seringnya sakit-sakitan. Dari saling curhat dan hati yang sama2 terluka, entah terbesit rasa iba atau apapun namanya akhirnya akupun menyatu dengannya dalam ikatan hati. Aku merasa nyaman berada di dekatnya sekejap aku bisa melupakan luka hati  hingga akhirnya entah dengan perasaan yang mana lagi aku menerima pinangannya. Dengan pertimbangan agar kami tidak menjadi bahan fitnah tetangga, akhirnya  kuputuskan untuk bersedia menjadi istri dari seorang duda yang sakit2an dan usia kami terpaut 25 tahun, tapi hanya dialah obat luka hati saat itu.


Sudah bisa dibayangkan, keputusanku untuk menikah dengan seorang duda beranak 2 mendapat perlawanan dari semua keluarga. Keluarga sangat keras menentangnya tapi aku dengan gigih tetap nekat dan tak pernah kuhiraukan nasehat kedua orang tuaku. Kubulatkan tekad dalam hatiku, aku ingin belajar menjadi seorang istri yang benar2 sholehah.. mengabdi pada suami, ini kubuktikan dengan pernikahan kami yang resmi dan akupun syah menjadi seorang ibu dari 2 orang anak tiri. Kehidupan kami berjalan dengan sangat menyenangkan walaupun sejak usia pernikahan kami, aku tidak pernah disentuhnya karena memang dia sudah tidak lagi mampu memberikan nafkah bathin karena penyakit yang dideritanya tapi aku ikhlas menerimanya, aku mencoba memahami keadaan ini. Pengorbananku kali ini tidak aku persembahkan untuk sesama lagi tapi aku ingin pengorbananku hanya demi Allah. "Sebagai seorang istri aku menyadari semakin dalam cintaku pada suami maka semakin perih luka dihatinya, namun luka itu juga mengajarkan tentang ketulusan dan pengorbanan demi kebahagiaan orang yang dicintai, karena cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian, cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati ini terluka. Allah membentuk dan melatih melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar cinta yang dimiliki untuk menjalani luka itu. Andai cinta itu kecil, luka kecilpun menjadi beban yang berat. Namun diri ini berusaha untuk memiliki kekuatan cinta yang besar, luka sebesar apapun maka akan mampu menanggung luka dan derita yang dialami untuk meraih keridhaan Allah". Hanya dengan keyakinan itulah aku membina mahligai Rumah tangga semua kulakukan semata-mata karena Allah, aku selalu mengharap ridho_Nya.

Puncak dari penyakit suamiku ketika dia membutuhkan cangkok ginjal, berbagai jalan sudah kulakukan untuk mendapatkan biaya namun Tuhan berkehendak lain kali ini benar2 aku diuji. Kesetiaan dan pengabdian inilah yang ingin aku buktikan karena keterbatasan biaya akhirnya kuputuskan untuk mendonorkan ginjalku pada suamiku. Lagi-lagi keluargaku menentang, dengan penuh kasih sayang mereka menasehatiku agar tidak lagi membuat keputusan yang gegabah. Ada rasa keraguan saat itu dalam hatiku namun aku tak sanggup melihat penderitaan suamiku. Dengan perasaan pasrah hanya karena kasih sayang Allah kuputuskan untuk tetap menolong suamiku. Segala upaya sudah aku perbuat, rasanya apapun ingin aku korbankan demi kesembuhan suamiku namun Tuhan berkata lain, suamiku akhirnya tak bisa tertolong dan dia  pergi meninggalkanku....

Perjalananku kali ini adalah sepi, hanya air mata yang sanggup mengantarkanku dalam sendu yang panjang. Akupun berjalan sangat lambat bukan karena gelapnya mata tapi aku sibuk menghangatkan dengan kenangan2 indah bersamanya. Akupun terpuruk lagi, merasa tersiksa, semua derita begitu senang menyentuh kehidupanku dan akupun seperti hilang arah tujuan.

Dengan sisa kekuatan yang ada, akupun mulai menyusun bagian2 hidupku yang tercecer, hari demi haripun kujalani dengan penuh kerja keras, akupun harus membanting tulang demi menghidupi seorang anak yatim piatu yang aku rawat titipan dari seorang pembantu. Ke 2 anak tiriku hidup bersama neneknya, hidupku kini seolah langit biru yang tertutup awan kelabu tak pernah terlihat lagi warna birunya apalagi ada pelangi yang elok menghias indahnya langit biru. Penderitaanku bertambah ketika akupun sakit2an karena kehilangan 1 ginjalku yang telah aku donorkan pada suamiku.

Dalam kebimbangan aku dipertemukan lagi dengan Dedi, dia benar2 marah manakala mengetahui aku sudah pernah menikah. Akhirnya hubungan kami berlanjut karena ternyata kami masih menyimpan rasa cinta itu walaupun berbalut dan bercampur dengan rasa benci. Hubungan kami tidak berjalan mulus dan aku mengetahui bahwa Dedipun sudah menikah, aku ingin menghindar darinya tapi begitu sulit, untuk melampiaskan kekesalan terhadapku aku kerap kali dipukul hingga terjatuh dan itu terjadi berulang kali. Penganiayaan inilah yang akhirnya menjadikan sakit di kepalaku yang mengakibatkan tumor otak.

Dengan kebulatan tekad akhirnya aku melarikan diri dari kehidupannya. pergi dan bersembunyi dengan  berpindah kelain pulau dan hingga sekarang ini aku menjalani kehidupanku sendiri ditemani seorang anak yatim piatu jauh dari saudara-saudaraku. Jika kata maaf bisa mengembalikan kondisiku seperti sedia kala mungkin aku tak pernah lelah menerima kata maaf darinya tapi rasa benci yang kian memuncak dan akupun tak berharap mendengar kata maaf darinya, ingin rasa hati menghapus bayang2nya dalam kehidupanku biarlah Tuhan yang akan membalas semua perlakuannya itu…

Episode inilah yang sekarang sedang aku jalani dimana aku harus berjuang keras untuk mengobati penyakitku, walaupun aku diharuskan banyak beristirahat namun aku tetap harus mencari rupiah demi rupiah untuk mengganti biaya demi biaya pengobatan yang sedang aku jalani. Banyak lelaki datang dalam kehidupanku, ada seorang pria yang rumah tangganya nyaris hancur begitu peduli akan diriku namun saat ini seolah hatiku mati, tak ada lagi benih2 cinta yang bisa tumbuh subur lagi. Aku hanya berharap akan cinta yang benar2 suci tak ingin lagi aku mendekat pada derita terbaik dalam hidup yaitu derita saat kita mencintainya tapi tak bisa hidup bersamanya. Andai aku ditakdirkan jatuh cinta lagi, biarlah aku mencintai dengan caraku sendiri tak ingin aku menukarkan kecintaanku pada sang khaliq.


Disini aku hanya ingin menitipkan pesan, Walaupun segala gangguan dalam kehidupanku selalu menghadangku akibat banyaknya pria yang iseng dan berusaha merayuku bahkan aku nyaris berkali2 hendak diperkosa tapi Tuhan selalu melindungiku dan hingga detik inipun aku masih bisa mempertahankan kesucianku. Akupun sadar barangkali ini hukuman dari Tuhan karena aku selalu membangkang pada orang tua dan selalu mengabaikan nasehat2 mereka. Dan kini akupun bertekad untuk menebus semuanya, aku sekarang kuliah lagi walaupun aku benar2 harus bekerja keras pada siang hari aku bekerja pada sebuah perusahaan dan malamnya aku narik taxi tapi semua ini aku hanya ingin membuktikan bahwa akupun mampu memberikan yang terbaik.....Namun harga pengorbanan ini amatlah mahal bukan hanya keinginan yang tinggal harapan kosong namun ayahku pergi wafat meninggalkanku disaat aku belum sempat membahagiakannya...





Ada satu jalan pahit untuk menggapai harapan, mungkin inilah salah satu jalan untuk dapat berhijrah, jalan pahit yang harus diterima dengan sabar, jalan pedih yang harus diterima dengan ikhlas dan tetapkan pada keyakinan bahwa pasti selalu ada hikmah dari semua kejadian. Rasanya aku hampir dibuat menyerah untuk berkata "cukup sampai disini" tapi mengingat perjuanganku belum selesai, dan ada beberapa janji yang harus aku tepati demi ALLAH maka aku harus bangkit, seberapapun sakitnya.


Aku hanya memohon untuk diganti dengan hati yang baru, hati yang tidak ada amarah, hati yang hanya dipenuhi oleh cinta dan kasih sayang dan hati yang ikhlas, ridho atas semua cobaan ALLAH seberat apapun, ridho menerima, ridho atas sakit ini, dan ridho atas keputusan ALLAH seberat apapun. Setiap rasa perih itu menyayat hati aku gelar sajadah aku larut dalam shalat, mengaji dan berdzikir aku tenggelam dalam lautan ibadah bersama sayatan2 dihati yang belum mampu aku obati, hanya derai air mata yang kini setia menemaniku hingga aku terlelap karena lelah menahan perih dan aku yakin saat inilah Allah bersamaku, bersama-sama orang yang sabar dan dengan setia Dia melimpahkan kasih sayangnya dengan kelembutan juga dengan cintanya dia limpahkan bersama perihnya hati orang2 yang teraniaya...

Note : Cerita ini diangkat dari kisah nyata, dengan harapan bisa dijadikan pembelajaran yang baik dalam kehidupan.


22 Jul 2011

Adab Meminum Air Zamzam





Bismillah, Walhamdulillah Wassalatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Wasahbihie Waman Walaah


Adab Meminum Air Zamzam

Adab ketika minum air zamzam itu sebagaimana yang disebutkan oleh sebahagian Fuqaha adalah termasuk dalam hukum sunat, antaranya:
1. Menghadap kiblat.
2. Menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta‘ala sebelum minum.
3. Bernafas sebanyak tiga kali ketika minum dan ketika bernafas itu hendaklah di luar bekas atau gelas itu (yakni tidak minum dengan sekali teguk sehingga habis, bahkan minum dengan berhenti sebanyak tiga kali).
4. Minum sehingga kenyang, kerana orang munafiq tidak meminumnya sehingga kenyang.
5. Mengucapkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala setelah selesai minum. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah:
Maksudnya: "Daripada Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Abu Bakr katanya: "Ketika aku duduk di sisi Ibnu ‘Abbas datang seorang lelaki kepadanya, lalu berkata Ibnu ‘Abbas: "Dari mana engkau datang?"
Lelaki itu berkata: "Dari perigi zamzam."
Ibnu ‘Abbas berkata: "Apakah engkau minum dari perigi itu sebagaimana yang sepatutnya."
Lelaki itu berkata: "Bagaimana?"
Ibnu ‘Abbas berkata: "Apabila engkau minum air zamzam, maka menghadaplah ke kiblat, sebut nama Allah dan bernafaslah tiga kali (waktu minum). Minumlah air zamzam sehingga kenyang dan jika sudah selesai maka pujilah Allah ‘azza wajalla. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya tanda yang membezakan antara kita dengan orang-orang munafiq, sesungguhnya mereka tidak minum air zamzam itu sehingga kenyang."
(Hadis riwayat Ibnu Majah)
Antara adabnya lagi:
6. Setiap kali mengambil nafas ketika minum air zamzam, melihat ke arah Kaabah.
7. Sunat masuk ke tempat perigi zamzam dan melihatnya. Kemudian menggunakan timba yang ada di sana lalu meminumnya serta memercikkan air zamzam itu ke kepala, muka dan dada.
8. Memperbanyakkan doa ketika minum dan mengharapkan kebaikan di dunia dan akhirat. Sunat dibaca seperti di bawah ini:
Ertinya: "Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya telah sampai kepadaku NabiMu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Air zamzam itu diminum untuk keperluan apa saja." Dan aku meminumnya supaya…………."
Sesudah membaca seperti di atas, berdoalah lagi untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat, kemudian membaca bismillah, lalu minum dan mengambil nafas sebanyak tiga kali. ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiallallahu ‘anhuma berdoa ketika minum air zamzam:

Ertinya: "Ya Allah Ya Tuhanku, aku mohon padaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan sembuh daripada segala penyakit."
Untuk memohon keampunan atau kesembuhan daripada penyakit, bacalah doa seperti di bawah:
Ertinya: "Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya telah sampai kepadaku bahawa RasulMu Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Air zamzam itu diminum untuk keperluan apa saja." Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminumnya supaya Engkau ampuni dosaku, Ya Allah ampunilah aku. Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminumnya supaya Engkau sembuhkan sakitku, Ya Allah sembuhkanlah aku."
Selain berdoa untuk kepentingan diri sendiri bagi memohon kebaikan di dunia dan akhirat, memohon juga untuk orang lain seperti anak atau sanak saudara misalnya, akan tercapai permohonan itu juga jika dia meminum air zamzam tersebut dengan niat yang betul.
Memindahkan Air Zamzam
Memindahkan air zamzam daripada Makkah atau tanah haram kepada tanah halal atau keluar daripada Makkah adalah harus. Daripada ‘Urwah bin Az-Zubair katanya:
Maksudnya: "Sesungguhnya ‘Aisyah membawa air zamzam dan dikhabarkan bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan yang demikian itu."
(Hadis riwayat Al-Baihaqi)
Penggunaan Air Zamzam Selain Untuk Diminum
Beristinja’ (bersuci daripada dua jalan qubul dan dubur), menurut Al-Khatib dan Ibnu Hajar, makruh beristinja’ dengan menggunakan air zamzam. Sementara pendapat Syaikhuna adalah khilaful Awla (bertentangan dengan yang lebih utama). Kerana air zamzam itu mempunyai kehormatan. Menurut Al-Bulqini, air zamzam itu lebih afdhal daripada air Kawtsar.
Termasuklah dalam hukum makruh dan khilaful awla di atas, air yang keluar daripada jari-jari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, air Kawtsar dan air yang dirampas.
Dikatakan juga, sesiapa beristinja’ dengan air zamzam, nescaya dia akan mewarisi penyakit bawasir. Jika dia beristinja’ juga dengan air zamzam tersebut, maka dengan air itu dia suci (dia dapat membersihkan najisnya).
Harus menggunakan air zamzam itu untuk mandi dan berwudhu. Adapun menggunakan air zamzam bagi memandikan mayat hendaklah dielakkan.
Berjual Beli Dengan Air Zamzam
Setakat ini kita belum jumpa keterangan khusus mengenai hukum jual beli air zamzam itu. Bagaimanapun berdasarkan kaedah:
Ertinya: "Asal suatu perkara itu adalah harus, sehingga ada dalil syara‘ yang mengharamkannya."
Maka berdasarkan kaedah ini, harus air zamzam itu diperdagangkan atau dijual dan dibeli.
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai air zamzam dan kelebihannya, rahsia serta manfaat yang boleh kita perolehi. Di samping itu juga, ia adalah sebagai tanda kebesaran Allah di mana air zamzam itu masih dapat kita nikmati dan tidak kering sehingga zaman ini.

http://www.brunet.bn/gov/mufti/irsyad/pelita/2002/ic39_2002.htm

21 Jul 2011

Permohonan maaf


Marhaban Ya Ramadhan


Allahummaj'al khaira 'umri akhirahu wa khalra 'amali khawatimahu wa khaira ayyami yauma liqa-ika. 
" Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baik amalku pada ujung akhirnya, serta sebaik-baik hariku pada saat aku menemui-Mu. "
Allahumma ashlih li fi dinil ladzi huwa 'ishmatu amri wa aslihli dun-yayal lati fiha ma'asyi wa ashlih li akhiratil lati fiha ma'adi waj' alil hayata ziyadatan li fi kulli khairin waj-'ali mauta rahatan li min kulli syarrin.
" Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang menjadi pangkal urusanku, baguskanlah pula duniaku yang menjadi tempat penghidupanku, serta baguskanlah akheratku yang pada tempat kembalinya nanti. Jadikanlah hidup itu menjadi bekal bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku "

Ya Allah,
Bulan Sya'ban telah mengiringi kami dan akan segera berlalu menemui keberkahan yang telah Engkau janjikan kepada kami, maka ya Allah pertemukan kami pada bulan Ramadhan dan berikanlah pada kami  indahnya nikmat yang sesungguhnya dari ridho-Mu dan ampunilah kami sebagaimana Engkau mengampuni orang-orang sebelum kami dan masukkanlah kami kedalam golongan hamba-hamba yang telah Engkau pilih menerima anugerah dan hidayah agung-Mu. Sesungguhnya ya Allah, tanpa pertolongan-Mu kami tidak sanggup keluar dari berbagai cobaan dan tanpa petunjuk-Mu kami tiada pernah mampu melihat cahaya kemenangan yang datangnya atas kehendak-Mu.


Ya Allah,
Ampunilah seluruh khilaf yang telah kami perbuat di saat-saat sebelumnya agar kami layak menerima anugerah dan nikmat-Mu, sungguh ya Allah kami selalu bersandar pada apa yang telah Engkau kehendaki kebenarannya dan bukan jalan yang telah Engkau sesatkan kepada kami .. nikmat-Mu adalah kebahagiaan kehidupanku .. anugerah-Mu adalah nikmat yang menjadikan kehidupan kami pantas untuk selalu bersyukur kepada-Mu ..


Kamipun berupaya seperti do’a Malaikat jibril Menjelang Ramadhan...
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak memohon maaf kepada kedua orang tua (jika masih ada), kepada suami atau istri dan kepada orang2 disekitarnya" 
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-Aamiinkan adalah Rasullullah juga para sahabat yang dilakukan pada hari Jum’at.
Untuk itulah....
Dalam hitungan hari, bulan penuh rahmat dan ampunan akan segera datang
Apabila lisan ini pernah salah berucap dan hati ini pernah salah mengira
Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf lahir dan batin
Atas segala salah dan khilaf selama ini, baik disengaja ataupun tanpa sengaja
Semoga kita bisa saling memaafkan, saling mengingatkan dengan berkasih sayang....
Semoga Rahmat dan Ridho Allah selalu meyertai kita semuanya
Semoga pada bulan suci nanti....
kitapun mampu mensucikan jiwa sehingga selalu dalam Ridha_Nya
Amin Ya Allah.... Amin Ya Rabbal alamin....

Ya Allah,
Kami benar2 rindu dengan bulan yang penuh barakah dimana pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya hingga setan-setanpun dibelenggu. Yang didalamnya terdapat satu malam keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan dari bulan lain yaitu malam “Lailatul Qadr” dan Malaikatpun akan sibuk berseru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat agar menahan diri.



Saudaraku.....
Saya ucapkan selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang suci
Sambutlah Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih
Kepada Allah, lakukan dengan taubatan nashuha

Selamat menunaikan ibadah puasa...

20 Jul 2011

Negriku Menangis Lagi


Dulu, Negriku menangis melihat darah perjuangan rakyat
Kini, Negriku menangis lagi mendengar jeritan rakyat oleh ulah para penghianat negri.
Hati kamipun tercabik, terluka....
Satu persatu tersingkap drama babak berseri dari panggung politik yang penuh trik maupun intrik
Semua direkayasa hingga uang rakyatpun dihamburkan demi kekuasaan
Inikah yang kau sebut "Demi kepentingan rakyat"...??

Tidak tahukah...
Bahwa rakyat lapar, padahal bumi ini begitu kaya
Bahwa rakyat menjerit, ketika hukum tegak dengan kibaran rupiah
Bahwa rakyat muak, dengan kemunafikan yang berlindung dibalik topeng arif dan bijaksana

Bagaimana negriku tidak menangis
Banyaknya pemimpin negri penuh euforia kebebasan yang kebablasan
Menyikat apa saja demi kepentingan perut, politik bahkan ambisi pribadi 
semua berlabel nasionalis
Dikuraslah harta rakyat, tak peduli rakyat binasa...

Tinggallah rakyat.....
Terpukau menyaksikan ulah mereka, rakyatpun tertipu.....
Namun apa daya kini, hati rakyatpun hancur, sampai kapan prahara ini berakhir........

Tak kurang ulama berkhotbah meneriakkan kebenaran, seolah suara mereka sayup tak terdengar
Kini kutahu bahwa kami tak pernah bersatu, bahwa kami tak pernah merdeka
Kuberharap, akan datang seorang pemimpin negri
yang peduli akan penderitaan rakyat

Mendidih darah kami, melihat ulah mereka...!!!
Pemimpin itu bakal duduk di bawah bayangan ‘Arasy 
Dimana tiada lagi bayangan lain yang mampu melindungi manusia daripada kepanasan terik mentari
Di tengah-tengah padang mahsyar....
Akankah kelebihan ini mampu diraih oleh pemimpin di negri ini 
Pemimpin yang adil dan bertaqwa yang mampu memberi khidmat dan menunaikan amanah kepada rakyat 
Kami rindukan pemimpin sebagai khadam bagi rakyat 
Bukannya rakyat menjadi hamba abdi kepada pemimpin..???

19 Jul 2011

DALIL " Perempuan yang haid boleh diam atau tinggal di masjid "


DALIL " Perempuan yang haid boleh diam atau tinggal di masjid "
ღ☆ღ*¨*¤*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥:Hamba ï·²:♥::.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ¸.¤*¨*ღ☆ღ

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْـــــمِ

...Dalil Pertama "

Dari 'Aisyah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabdakepadaku, "Ambilkanlah untukku sajadah kecil [6] di masjid." Jawabku,"Sesungguhnya aku sedang haidh." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya haidhmu itu tidak berada di tanganmu."
(Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad dan Iain-lain)

Pengambilan dalil dari hadits yang mulia ini ialah bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah memerintahkan 'Aisyah masuk ke dalam masjid walaupunsedang haidh. Dan ketegasan jawaban beliau kepada 'Aisyah menunjukkan bahwahaidhmu tidak menghalangimu masuk ke
dalam masjid karena haidhmu tidak berada di tanganmu.

Ada yang mengatakan,
bahwa hadits di atas hanya menunjukkan bolehnya bagi perempuan haidh sekedar masuk ke dalam masjid atau melewatinya untuk satu keperluan kemudian segera keluar dari dalam masjid bukan untuk diam dan tinggal lama di dalam masjid.


Saya jawab:
Subhaanallah! Inilah ta'thil,
yaitu menghilangkan sejumlah faedah yang ada di dalam hadits 'Aisyah di atas.
Kalau benar apa yang dikatakannya tentu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan pengecualian kepada 'Aisyah bahwa dia hanya boleh masuk ke dalam masjid dalam waktu yangsingkat atau melewatinya sekedar

mengambil sajadah kecil beliau dan tidak boleh diam dan tinggal lama di dalam masjid. Akan tetapi beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda secara umum masuk ke dalam masjid tanpa satupun pengecualian.
Padahal saat itu 'Aisyah sangat membutuhkan penjelasan dariRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallamyang memerintahkannya
masuk ke dalammasjid dalam keadaan haidh.Sedangkan mengakhirkan penjelasan dari waktu yang dibutuhkan tidak diperbolehkan menurut kaidah ushul yang telah disepakati.

Oleh karena itu wajib bagi kita menetapkan dan mengamalkan keumuman sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu diperbolehkan bagi perempuan haidh untuk masuk ke dalam masjid secara mutlak, baik sebentar atau lama bahkan tinggal atau menetap di dalamnya sebagaimana ditunjuki oleh
dalil ketiga dan keempat.

Dalil Kedua :
Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”.Shahih riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmaddan lain-lain dari jalan Abu Hurairah,
ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpaiku di salah satu jalan dari jalan-jalan yang ada di Madinah, sedangkan aku menyingkir pergi dan segera aku mandi kemudian aku datang (menemui beliau), lalu beliau bersabda, “Kemana engkau tadi wahai Abu Hurairah?” Jawabku, “Aku tadi dalam keadaan junub, maka aku tidak suka duduk bersamamu dalam keadaan tidak bersih (suci)”, Maka beliau bersabda,
“Subhanallah! Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis” (Dalam riwayat yanglain beliau bersabda, “Sesungguhnya orang muslim itu tidak najis) [7]


Dalil Ketiga :
Dan' Aisyah (ia berkata), "Sesungguhnya ada seorang budak perempuan hitam kepunyaan salah satu suku dari bangsa Arab. Lalu mereka memerdekakannya, kemudian ia pun tinggal bersama mereka..." Berkata 'Aisyah, "Lalu perempuan itu datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan masuk Islam."
Berkata 'Aisyah, "Dan perempuan itu mempunyai kemah kecil di masjid (yakni sebagai tempat tinggalnya)..." (Shahih riwayat Bukhari (no. 439).

Pengambilan dalil dari hadits yang mulia ini jelas sekali tentang bolehnya bagi perempuan haidh untuk tinggal lama atau diam di masjid. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah memberikan pengecualian kepada
perempuan di atas yang tinggal di masjid dan mempunyai kemah untuk dia tidurdan menurut dalil keempat perempuan itu bekerja sebagai pembersih masjid, bahwa 'kalau datang hari-hari haidhmu hendaklah engkau jangan
tinggal di masjid.

Kalau sekiranya perempuan haidh itu tidak boleh tinggal atau diam di masjitentu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
telah memberikan pengecualian seperti di atas. Akan tetapi beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menetapkan dan membolehkan perempuan tersebut untuk tinggal di masjid bahkamempunyai kemah sendiri secara umum dan mutlak tanpa satupun pengecualian.Padahal beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui dan kita pun mengetahui bahwa perempuan setiap bulannya akan melalui hari-hari haidh.

Dalil di atas bersama dalil keempat di bawah ini merupakan setegas-tegas dalild an hujjah tentang bolehnya bagi perempuan haidh dan nifas untuk diam dan tinggal lama di masjid. Dan Imam Bukhari yang meriwayatkan hadits di atas dikitab shahihnya telah memberikan bab dengan judul:
"Bab:Tidurnya perempuan di masjid"

Al Hafizh Ibnu Hajar di dalam mensyarahkan bab di atas mengatakan bahwa yang dimaksud ialah, "Tinggal atau diamnya perempuan di dalam masjid."

Dalil Keempat :
Dari Abu Hurairah (ia berkata): Bahwasanya ada seorang laki-laki hitam -atau seorang perempuan hitam- [8] yang biasa membersihkan kotoran di masjid mati.Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya tentangnya,
mereka menjawab, "la telah mati." Beliau bersabda, "Kenapakah kamu tidak memberitahukan kepadaku tentang (kematian)nya, tunjukkanlah kepadaku kuburnya." Lalu beliau mendatangi kubur laki-laki itu -atau kubur
perempuan itu- kemudian beliau menshalatinya. Shahih riwayat Bukhari (no.458, 460 dan 1337).

Pengambilan dalil dari hadits yang mulia ini sama dengan yang sebelumnya karena orangnya satu, yaitu seorang perempuan hitam yang masuk Islam kemudian tinggal dan menetap di masjid dan bekerja sebagai pembersih masjid

Dalil Kelima :
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku pernah melihat tujuh puluh orang laki-lakidari penduduk Suffah tidak seorang pun di antara mereka yang mempunyai baju, imma kain atau selimut yang mereka ikat ke tengkuk mereka. Maka diantaranya (yakni di antara pakaian itu) ada yang sampai mata kaki, lalu merekaberkerobong dengan tangannya khawatir auratnya”
[Shahih riwayat Bukhari no. 442]

Pengambilan dalil dari hadits yang mulia ini jelas sekali tentang bolehnya bagi orang yang junub untuk tinggal lama atau diam di masjid. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memberikan pengecualian kepada para shahabat yang tinggal di suffah (teras masjid), bahwa ‘kalau salah seorang kamujunub hendaklah dia jangan tinggal di masjid’. Kalau sekiranya orang yang junub itu tidak boleh tinggal atau diam di masjid tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan pengecualian seperti di atas. Akan tetapi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menetapkan dan membolehkan para shahabat yang tinggal di suffah untuk tetap tinggal di masjid secara umum dan mutlak tanpa satupun pengecualian. Padahal beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui dan kita pun mengetahui bahwa adakalanya seseorang itu terkena janabah.

Dalil Keenam :
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus pasukan berkuda kearah Najd, lalu pasukan itu datang membawa seorang tawanan laki-laki dari Bani Hanifah yang bernama Tsumaamah bin Utsaal. Kemudian mereka mengikatnya di salah satu dari tiang-tiang masjid, lalu Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam keluar menemuinya dan beliau bersabda, “Lepaskan (ikatan)Tsumaamah”. Kemudian ia (yakni Tsumaamah)
pergi ke sebuah pohon kurma yang berada di dekat masjid, lalu dia mandi kemudian masuk ke dalam masjid dan mengucapkan, “Syhadu allaa ilaaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah”
Shahih riwayat Bukhari (no. 462, 469, 2422, 2423 dan 4372)

Pengambilan dalil dari hadits yang mulia ini ialah, kalau orang kafir saja yang tidak pernah mandi janabah dibolehkan masuk ke dalam masjid apalagi seorang muslim, tentunya lebih utama dan lebih berhak masuk ke dalam masjid meskipun dalam keadaan junub atau dia seorang perempuan yang sedang haid atau nifas (yakni mimbaabil aula).

Yang mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan, “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”[Lihatlah dalil kedua].
Wallahu'alam Bishawab .

[Disalin dari buku Tiga Hukum Bagi Perempuan Haid Dan Junub (Menyentuh/Memegang Al-Qur’an,Membacanya Dan Tinggal Atau Diam Di Masjid,Penulis Abdul Hakim binAmir Abdat,[Penerbit Darul Qalam]

Jika ada yg bnar s'mata2 hanya dari Allah Azza Wa Jalla sdangkan jika ada yg
salah krena kesalahan saya yg dhoif ini....Salam Ukhuwah Islamiyah.

Subhanaka Allahuma wa bihmdika asyhadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. . .

(´'`v´'`)
`•.¸.•´ Semoga Artkel singkat ini memberikan manfaat untuk kita semua.
♫•*¨*•.¸ï·²¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ* •*♥♥♥♥♥♥*• *ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸¸ï·²•♫

(¯`v´¯)♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥ (¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`)♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`​v´'`)`·.¸. ·`
...♥♥..♥`•.¸.•´(¯`v´¯)(¯`v´¯)`​ •.¸.•´♥..♥♥..
*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸​¸.•*´¨`*•.

•*¨*♥♥ Thufail Na'im Ar'Syahid ♥*¨*♥*¨*♥ Khaura Al-Intifadhah ♥♥*¨*•
______________________________​ ______________________________​___

Foote Note

[1]. Tahdzibut Tahdzib (12/406) dan Nasbur Raayah (1/194).
[2]. Al-Majmu Syarah Muhadzdzab (2/160) oleh Imam An Nawawi.
[3]. Tafsir Ibnu Katsir (1/501) dan Nasbur raayah (1/144) dan Al-Majmu Syarah
Muhadzdzab (2/160).
[4]. Tafsir Ibnu Katsir (1/501).Talkhisul Habir (1/140). Nasbur Raayah
(1/194-195).
[5]. Demikian keterangan Imam Ibnu Turkamaaniy atas komentar beliau terhadap
kitab Sunanul Kubranya Imam Baihaqiy yang saya nukil dengan ringkas dan
mengambil maknanya.
[6]. Al Khumrah ialah sajadah kecil yang cukup hanya untuk sujud.
[7]. Kejadian yang sama juga terjadi pada Hudzaifah sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain.
[8]. Yang benar adalah seorang perempuan hitam yang tinggal di masjid dan
pekerjaannya membersihkan masjid sebagaimana ditunjuki oleh dalil ketiga dan
beberapa riwayat yang dijelaskan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam mensyarahkan hadits ini (no.458) di Fathul Baari .

18 Jul 2011

Duhai Ukhti Filah...

 
Segala Puji bagi ALLOH,Semesta alam ..
Shalawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada ,TELADAN
umat Manusia ,hamba''-Nya yang paling Mulia Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam Keluarga serta seluruh pengikutnya hingga akhir Jaman .Amma Ba'du

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Yang ku CINTAI karena ALLOH
Sampaikah khabar yang benar dari langit akan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita.
Belum datangkah kepadamu akan nasihat dari Al-Qur'an dan SUNNAH tentang orang-orang dari kalangan wanita yang di haramkan ALLOH mencium bau Jannah..?

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Tidak tahukah dirimu bahwa ada bening yg menetes hangat membasahi dua pipi ini saat melihat keadaanmu ? Akan tetapi seolah dirimu tak pernah mengerti arti sebuah air mata dari seseorang yang mengharapkan kejayaan harga dirimu dalam menopang panji islami bagi dien ini.

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Kutulis suratan hati ini sebagai nasihat uintukmu karena ALLOH semata.
Kugores saat mulut ini tak sanggup lagi bicara karena saudari''mu yang tertipu
dengan kesenangan Dunia yang fana ini "mengumbarkan Aurat-nya" ..
Seakan mereka tak pernah bersedih & justru bangga menumpuk dosa setiap harinya.

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Sampai disini aku tak megerti apakah kata–kata ini menembus kerelung hati mu.
Hingga membuat dirimu sudi merenung sejenak tuk memperbaiki diri menjadi sesosok muslimah sejati ? Muslimah sejati yang hidupnya bahagia dengan suami setia tercinta hingga di Jannah ...Dan muslimah sejati yang hidupnya Mulia dengan menutup auratnya .Subhanallah ...Alhamdulillah ...Allohu Akbar ..

Duhai Ukhti fillah "wanita Muslimah" ...
Saudariku tak ada yang terlambat untuk menjadi muslimah sejati.
Alloh setia menanti taubatmu setiap pagi siang serta sore dan malam hari. Segeralah bertaubat sebelum mentari terbit dari barat.atau nyawa telah sampai ditenggorokan.Sekarang katakan pada dirimu sendiri :

"AKU HARUS MENJADI MUSLIMAH SEJATI,HARUS & HARUS APAPUN YANG TERJADI..."

Saudariku aku sangat yakin dengan dirimu.
Kau bisa mewujudkan cita cita mulia itu. PERCAYALAH..!!! ALLOHU AKBAR .
" Laa Hawla 'Wala Quwaata Illa Billah Haliyyul Adziim " .

..:: Tingkatkan tekad untuk terus ISTIKHQOMAH di Jalan ALLO
H ::..

Siap2 !! Ramadhan Segera Tiba...



Ramadhanpun telah diambang pintu, tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat dan kita telah berada di bulan Sya’ban. Bulan inipun menjadi bulan yang istimewa selain bulan Ramadhan. Beginilah rasanya ketika Ramadhan akan segera tiba, perasaan hati tentunya dihinggapi rasa senang yang luar biasa, perasaan rindu itu seperti tak terbendung lagi..ingin rasanya segera berjumpa dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Tentunya kita harus benar2 mempersiapkan kedatangan bulan suci Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan Karena didalam Ramadhan kaum muslimin diwajibkan shaum, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, serta diperintahkan memperbanyak membaca Al-Quran. Disamping itu, bulan Ramadhan adalah bulan pengendalian diri dari syahwat perut, hawa nafsu serta pengendalian anggota tubuh dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai shaum.

Ada yang begitu menarik dari bulan Ramadhan ini, yaitu suasana Ramadhan dimana orang2 ramai bertarawih di mesjid, bertadarus dll, oleh karena itu kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh api neraka.”
Kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan tidaklah ditunjukkan dengan kegembiraan material (fisik), seperti: menyambut Ramadhan dengan makanan yang serba mewah dan lengkap, bakar petasan, bahkan ada yang menyambut bulan Ramadhan dengan pesta pora yang tidak ada manfaatnya. Na’uzubillah. Namun, kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah dengan melatih diri (sehat fisik) dan berupaya untuk membersihkan jiwa (mental spritual) agar bisa maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Persiapan2 seperti apakah sebaiknya yang harus kita lakukan dalam menghadapi tamu agung ini ?

Berdoalah
Tahap awal yang harus kita persiapkan tentunya dengan berdoa, memohon pada Allah agar kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat.
Kesehatan fisik sangat menunjang optimalisasi kita dalam melakukan ibadah baik puasa, solat, tilawah, dan zikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.”
Artinya, “Ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhoi.”

Bersyukurlah
Ucapkan rasa syukur kepada Allah atas kurnia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.
” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam keadaan sehat wal afiat, maka hendaknya kita bersyukur dengan memuji Allah"

Buatlah Rencana
Melewati hari2 di bulan Ramadhan tentulah membutuhkan waktu yang lebih dalam melakukan ibadah dibanding hari2 di luar bulan Ramadhan, oleh karena itu agar kita dapat melakukan ibadah dengan maksimal tentunya semuanya harus direncanakan. Rencana2 tersebut dibuat sesuai target yang hendak dicapai dalam menjalankan ibadah, sebagai contoh : Misal dalam satu bulan tersebut kita menginginkan khatam Alqur'an sebanyak dua kali, maka rancanglah agenda kegiatan dalam sehari harus membaca Alqur'an sebanyak 2 jus carilah titik2 paling nyaman dalam membaca Alqur'an dalam satu hari misal setelah waktu sahur menjelang subuh, perbanyaklah membaca pada waktu2 tersebut. Jangan lupa juga rencanakan dan agendakan semua kegiatan agar kita dapat memanfaatkan sebesar mungkin ibadah2 yang dapat dilakukan pada  bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang dapat membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan, disiplin dan penuh kesungguhan hati.

Lengkapi Dengan Ilmu
Masih ada waktu beberapa hari lagi untuk menghadapi Ramadhan, pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadhan karena akan sia2lah ibadah tanpa dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah SWT. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tazkiyatun-nafs. Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

Mari kita sambut Ramadhan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadhan adalah bulan taubat manfaatkan bulan tersebut sebaik2nya. Sambutlah Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih lakukan dengan taubatan nasuha. Sambutlah Ramadhan dengan penuh suka cita, persiapkan segala sesuatunya seakan kita hendak melakukan perjalanan panjang yang dihiasi dengan pemandangan2 ibadah yang mempesona dan menyejukkan hati. Selamat menyambut datangnya Ramadhan....


Allahumma ashlih li fi dinil ladzi huwa 'ishmatu amri wa aslihli dun-yayal lati fiha ma'asyi wa ashlih li akhiratil lati fiha ma'adi waj' alil hayata ziyadatan li fi kulli khairin waj-'ali mauta rahatan li min kulli syarrin.
" Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang menjadi pangkal urusanku, baguskanlah pula duniaku yang menjadi tempat penghidupanku, serta baguskanlah akheratku yang pada tempat kembalinya nanti. Jadikanlah hidup itu menjadi bekal bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku ."

Ya Allah, hari2 dalam bulan Sya'ban ini telah mengiring kami menemui keberkahan yang telah Engkau janjikan kepada kami, maka ya Allah berikanlah kami keindahan dan nikmat yang sesungguhnya atas ridho dan ampunan_Mu sebagaimana Engkau mengampuni orang-orang sebelum kami dan masukkanlah kami kedalam golongan hamba-hamba yang telah Engkau pilih menerima anugerah dan hidayah agung-Mu .. sesungguhnya ya Allah, tanpa pertolongan-Mu kami tidak sanggup keluar dari beban cobaan dan tanpa petunjuk-Mu kami tiada pernah mampu melihat cahaya kemenangan yang datangnya atas kehendak-Mu.....Aamiin

14 Jul 2011

Bersegeralah, kumpulkan bekal menuju akhirat


Baru2 ini kami cukup dikejutkan dengan kepergian teman kami yang sangat mendadak, pagi masih terlihat segar bugar dan siang hari dinyatakan telah tiada. Itulah hidup, menyadarkan kita bahwa kehidupan ini ternyata hanyalah milik Allah. Hanya Allah yang tahu kapan kematian itu akan datang. Sebelum ajal datang, tentunya kita masih diberikan kesempatan untuk memilih dan mengumpulkan perbekalan yang harus kita persiapkan untuk bekal kita diakhirat kelak. Seandainya kita sudah mulai menabung perbekalan maka kitapun harus menjaganya agar bekal itu tetap dan berharap agar perbekalan terus bisa bertambah.

Allah berfirman: “Yaa ayyuhal insaanu, innaka kaadihun ilaa robbika kadhaan famulaaqihi”

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya” ( Al Insyiqaaq: 6)

Demikian sebenarnya setiap manusia yang sadar akan hakikat penciptaannya, maka dia akan berusaha untuk mengumpulkan bekal di akherat kelak. Yang menjadi masalah apakah ketika kita bertemu dengan Allah, Dia ridho ataukah murka terhadap kita, tentunya semua tergantung amal ibadah kita di dunia. Untuk itulah diperlukan kesungguhan dalam beribadah selain ketekunan, penguasaan ilmu yang berkaitan dengan ibadah haruslah dicari dengan ikhtiar tanpa batas hingga ajal menjemput. Bagaimana cara kita mempersiapakan bekal menuju akherat, tentunya kita harus memilihnya kemudian mengumpulkannya dan dengan penuh kehati2an menjaganya layaknya harta yang kita punya dari incaran syetan2.

Memilih Amalan Ibadah
Amalan ibadah seperti apakah yang harus kita pilih..?
Nabi bersabda “Man ‘amila amalan, laisa amruna fahuwa raddun”
Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan itu tertolak (HR. Muslim)

Nah dari uraian hadist tersebut, jelaslah sudah bahwa amalan ibadah yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi akanlah sia-sia. Bahkan dengan mengamalkan amalan yang tidak sesuai dengan tuntunan Nabi, tidak hanya beresiko untuk ditolak melainkan dapat mengakibatkan dosa. Jika sudah demikian alangkah malangnya nasib kita, dalam pikiran kita dengan bangganya kita sudah melakukan amalan dan kita tidak menyadarinya bahwa sebenarnya amalan yang kita lakukan adalah Bid'ah. Oleh sebab itu kita harus benar2 waspada dengan selalu memilah amalan yang sesuai dengan Qur'an dan hadist.

Mengumpulkan Amalan 
Imam Bukhari dengan kekuatan istimbathnya, membuat sebuah bab dalam kitab Shahihnya, Bab “Al-Ilmu qobla qouli wal ‘amali” Bab wajibnya berilmu sebelum berucap dan beramal.

Jika kita sudah  pegang ilmunya, maka tinggalah kita mengumpulkan amalannya dalam arti mengamalkanya secara terus menerus. Ada tiga perkara yang bisa kita jadikan bekal untuk kehidupan di akherat seperti diceritakan Yahya bin Mu'adz Ar Razi yaitu salah seorang penasihat yang terpercaya dan tidak diragukan lagi kemakrifatannya. Beliau meriwayatkan nasehat tentang tiga perkara yang merupakan bekal untuk negeri akhirat. Berikut nasehatnya: "Sungguh beruntung orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, orang yang menyediakan kuburan sebelum ia memasukinya dan orang yang mendapatkan ridha Tuhannya sebelum ia menemui-Nya."

Maksudnya adalah:
Bahwa keberuntungan bagi orang yang meninggalkan dunia (harta) sebelum dunia meninggalkannya adalah membelanjakan harta yang dimilikinya untuk kebaikan sebelum ia meninggal dunia atau sebelum dunia habis dari dirinya. Adapun menyediakan kuburan sebelum memasukinya adalah dengan cara beramal ketika masih hidup dengan amalan-amalan yang dapat menghiasi kuburnya. Sedangkan ntuk mendapatkan ridha Tuhannya sebelum ia menemui-Nya adalah dengan mengerjakan perintah Allah dan larangan-Nya sebelum ia dipanggil oleh Tuhannya.

Menjaga amalan
Dalam menjaga amalan, semuanya mengarah pada hati dan pikiran kita. Sebab dalam melakukan amalan selain harus sesuai dengan tuntunan Nabi juga harus dilakukan dengan penuh keiklasan meskipun ikhlas itu adalah rahasia Allah, tapi kita harus benar2 berusaha bahwa setiap amalan yang kita lakukan hanyalah kepada Allah tidak untuk selainnya, tidak juga hanya sekedar untuk dapat pujian dari manusia sehingga jatuhlah dalam sifat riya.

Kemudian setelah amalan sesuai dengan tuntunan nabi dan ikhlas hanya karena Allah, kita juga harus menjaga agar amalan tersebut jangan rusak. Apakah suatu amalan dapat rusak..? Bisa saja, Allah mengatakan yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Al Baqarah:264)

Nah sekarang saya beri contoh kecil saja, ketika kita bepergian dengan membawa barang2 berharga, tentunya kita harus menjaganya. Demikian pula dengan perjalanan kita menuju akherat kelak tentunya amal2 ibadah yang telah kita lakukan haruslah dijaga agar terjamin utuh dan tidak rusak. Dijaga dari apa..? tentunya syetan yang senantiasa selalu mengintai dan menggoda kita agar semua amalan kita terhapus akibat riya dan hal2 lainnya yang mengakibatkan cacatnya amalan yang kita lakukan. Semoga Allah senantiasa menunjukkan kepada kita Sirathal Mustaqim, yakni mengetahui kebenaran dalam mengamalkannya, Aamiin....


Ya Allah, andai waktuku tiba,
Aku hanya ingin menyebut namamu dalam hembusan nafas terakhirku

Aku kini ingin mengumpulkan amalan yang banyak untuk bekal aku pulang
Terimalah aku dalam dekapan kasih sayangmu
.
Ya Rabb…
Aku jadikan sabar sebagai penakluk semua kebencian dihati ini.
Aku jadikan sedekah untuk menghancurkan kesombonganku.
Aku jadikan solatku sebagai pelindungku.
Aku jadikan doa sebagai kekuatan yang sangat luar biasa.
Aku  jadikan diam sebagai benteng diri, dari kata-kata penuh dosa, janji-janji penuh dusta.
Aku sepenuhnya yakin, bila ku  tetap pada pendirian ini, pada kesabaran yang sudah semestinya
Aku akan mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dariMu Ya Allah…
dan
Aku tak perlu lagi berputus asa dengan keadaan duniawi yang telah merenggut kelapangan dari hidupku  ini.
.
Ya Allah…
Aku memohon bimbinglah aku agar selalu dalam tuntunan_Mu
Aku memohon ampunkanlah segala dosaku

Aamiin.....